No registrasi (90)md123456123456(91)230312 bisa dijadikan acuan ketika ingin melihat ke aslian dan keamanan sebuah produk yang ingin digunakan, yang mana berhubungan dengan legalitas izin edar, serta dengan sistem pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kode registrasi bagian dari sistem identifikasi produk yang terhubung langsung dengan database resmi BPOM.
Melalui barcode 2D, konsumen memiliki akses langsung untuk melakukan pengecekan data produk tanpa bergantung pada klaim di kemasan. Sistem tersebut membantu memastikan produk beredar secara sah, tercatat, dan berada di bawah pengawasan otoritas resmi.
Barcode 2D dalam Sistem Pengawasan BPOM
BPOM menerapkan barcode 2D sebagai sarana identifikasi dan pelacakan produk obat serta makanan. Barcode tersebut memuat informasi krusial yang terhubung ke nomor izin edar, kode produksi, serta masa kedaluwarsa.
Format barcode 2D BPOM mengikuti standar internasional GS1. Setiap bagian kode memiliki fungsi tertentu, termasuk penanda identitas produk dan informasi pendukung lain.
Contoh format:
- (90) → Penanda internal BPOM
- md123456123456 → Nomor identifikasi produk
- (91)230312 → Informasi tambahan seperti tanggal atau batch
kode tersebut membuat barcode tidak bisa dibuat sembarangan karena terhubung langsung dengan sistem registrasi BPOM.
Barcode (90)md123456123456(91)230312

Berdasarkan data publik BPOM hingga saat tersebut, Barcode (90)md123456123456(91)230312 belum menampilkan informasi detail produk secara terbuka. Kondisi tersebut bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti:
- Produk belum terdaftar secara resmi
- Nomor barcode bersifat contoh atau internal
- Data belum muncul pada kanal publik BPOM
- Kesalahan pencetakan pada kemasan
Ketiadaan data tidak otomatis menunjukkan produk ilegal, namun memerlukan verifikasi lanjutan melalui layanan resmi BPOM.
Nanum perlu di pahami kalau kode (90)md123456123456(91)230312 bukan kode registrasi Bpom jadi kalian bisa gunakan Cara Cek Kode GS1 Produk







