Cara Cek Kode GS1 cukup mudah dilakukan walau tanpa harus cek di situsnya, Kode GS1 untuk identifikasi produk di rantai distribusi global. Setiap barcode yang beredar di ritel, marketplace, gudang, hingga sistem logistik bergantung pada standar GS1. Karena itu, cara cek kode GS1 perlu dilakukan dengan tepat agar data produk dapat terbaca, dikenali, dan diterima oleh sistem perdagangan modern.
Kesalahan pada kode GS1 bukan hanya berdampak pada tampilan barcode, namun juga pada penolakan produk di marketplace, sistem kasir, hingga proses pengiriman. Pemeriksaan yang tepat membantu memastikan bahwa nomor produk benar-benar terdaftar dan terhubung dengan pemilik merek yang sah.
Contents
Apa itu Kode GS1?
GS1 merupakan organisasi global yang mengelola standar identifikasi produk. Standar tersebut digunakan oleh produsen, distributor, ritel, dan penyedia logistik di banyak negara.
Kode GS1 berbentuk nomor unik yang tertanam di barcode. Nomor tersebut mengacu pada identitas resmi suatu produk, lokasi, atau unit pengiriman.
Jenis kode GS1 yang paling banyak digunakan meliputi:
- GTIN (Global Trade Item Number)
Nomor identifikasi produk yang muncul pada barcode EAN-13, UPC, dan variasinya. - GLN (Global Location Number)
Nomor identifikasi lokasi usaha, gudang, atau kantor. - SSCC (Serial Shipping Container Code)
Nomor identifikasi unit pengiriman seperti pallet atau karton besar.
Setiap kode memiliki struktur numerik khusus, termasuk digit cek yang berfungsi sebagai pengaman validitas.
Alasan Perlu Pengecekan Kode GS1
Cara cek kode GS1 bukan hanya formalitas saja. hal ini sebagai kepastian bahwa nomor barcode benar-benar terdaftar secara resmi dan dapat digunakan lintas sistem.
Beberapa dampak bila kode GS1 tidak dicek dengan benar:
- Produk gagal didaftarkan di marketplace besar
- Barcode tidak terbaca di mesin kasir
- Data produk tidak muncul di sistem ritel
- Terjadi konflik kepemilikan nomor
- Distribusi terhambat karena data tidak sinkron
Dengan pengecekan yang tepat, nomor GS1 dapat langsung dikaitkan dengan pemilik merek, negara penerbit, dan status registrasi.
Layanan Cek Kode GS1
GS1 menyediakan layanan resmi yang dapat digunakan secara global. Layanan tersebut terhubung langsung dengan basis data GS1 dan memberikan hasil validasi yang dapat dipercaya.
Verified by GS1
Verified by GS1 merupakan layanan pencarian nomor GS1 secara global. Layanan tersebut menampilkan data berikut:
- Status nomor GS1
- Jenis kode (GTIN, GLN, SSCC)
- Nama pemilik merek
- Negara penerbit
- Kesesuaian struktur nomor
Layanan tersebut sangat relevan untuk pengecekan GTIN produk sebelum dipasarkan.
Check Digit Calculator GS1
Setiap kode GS1 memiliki digit cek di bagian akhir. Digit tersebut dihitung menggunakan rumus matematika tertentu.
- Memastikan struktur angka benar
- Mengetahui kesalahan pengetikan
- Menghindari barcode gagal scan
Digit cek yang salah menandakan kode tidak valid meskipun jumlah digit terlihat sesuai.
Layanan Anggota GS1 Lokal
GS1 di setiap negara menyediakan portal anggota yang menawarkan:
- Pencarian nomor internal
- Pengelolaan lisensi GS1
- Riwayat penggunaan kode
- Dukungan teknis pencetakan barcode
Portal tersebut membantu pemilik merek memastikan seluruh kode terkelola dengan baik.
Cara Cek Kode GS1

Berikut cara cek kode GS1 yang dapat dilakukan dengan mudah.
1. Identifikasi Jenis Kode
Pastikan nomor yang diperiksa termasuk kategori berikut:
- GTIN-8, GTIN-12, GTIN-13, atau GTIN-14
- GLN untuk lokasi
- SSCC untuk pengiriman
Jenis kode menentukan layanan pemeriksaan yang digunakan.
2. Masukkan Nomor ke Verified by GS1
Gunakan layanan Verified by GS1 lalu masukkan nomor lengkap tanpa spasi.
Hasil yang perlu diperhatikan:
- Nama perusahaan pemilik
- Status aktif atau tidak
- Kesesuaian jenis kode
Jika data muncul dan sesuai, nomor terdaftar secara resmi.
3. Periksa Digit Cek
Gunakan Check Digit Calculator dari GS1 dengan memasukkan angka tanpa digit terakhir.
Hasil perhitungan perlu cocok dengan digit terakhir kode. Jika berbeda, nomor tersebut tidak valid secara struktur.
4. Gunakan Scanner Barcode
Barcode dapat dipindai menggunakan:
- Scanner kasir
- Aplikasi scanner di hp
- Sistem gudang
Pemindaian membantu memastikan barcode terbaca secara fisik, bukan hanya valid secara numerik.
Cara Membaca Hasil Pengecekan Kode GS1
Hasil pengecekan dapat dibagi menjadi beberapa kondisi.
Nomor Terdaftar dan Valid
- Data pemilik muncul
- Digit cek sesuai
- Barcode terbaca lancar
Nomor tersebut siap digunakan di ritel dan marketplace.
Nomor Tidak Terdaftar
- Tidak ditemukan di Verified by GS1
- Struktur bisa terlihat benar
Kondisi tersebut sering terjadi pada barcode generator gratis yang tidak terhubung dengan lisensi GS1.
Digit Cek Tidak Sesuai
- Struktur angka tidak valid
- Barcode gagal scan di kasir
Kesalahan tersebut biasanya berasal dari salah ketik atau format cetak yang keliru.
Solusi terbaik selalu dimulai dengan cara cek kode GS1 melalui layanan resmi sebelum produk dipasarkan.
Contoh Kode
(90)md123456123456(91)230312
Kode tersebut bukan satu angka tunggal, melainkan gabungan beberapa bagian yang masing-masing punya arti berbeda berdasarkan Application Identifier GS1.
Cara Membaca Kode GS1
1. (90) → Informasi Internal Perusahaan
- (90) merupakan Application Identifier GS1 untuk informasi internal.
- AI ini bebas ditentukan oleh pemilik merek atau perusahaan, tidak distandarkan secara global seperti GTIN atau tanggal kedaluwarsa.
- Data setelah (90) dapat berupa:
- kode produksi internal
- batch internal non-standar
- kode varian
- referensi sistem internal
Isi setelah (90):
md123456123456
Artinya:
md123456123456adalah kode internal perusahaan- Format dan arti detail hanya dipahami oleh pemilik sistem
- Panjang data variabel, berakhir saat bertemu AI berikutnya
2. (91) → Informasi Tambahan
- (91) juga termasuk AI GS1 untuk informasi internal tambahan
- Sama seperti (90), data setelahnya bersifat:
- bebas
- tidak distandarkan global
- hanya relevan untuk sistem internal
Isi setelah (91):
230312
Cara membacanya (contoh interpretasi umum):
23→ tahun 202303→ bulan Maret12→ tanggal 12
Makna paling umum:
12 Maret 2023
Namun perlu dicatat:
- GS1 tidak mewajibkan format tanggal untuk AI (91)
- Format tersebut sah selama konsisten di sistem internal perusahaan
| Bagian Kode | Arti |
|---|---|
| (90) | Informasi internal perusahaan |
| md123456123456 | Kode internal (misalnya batch / produksi / referensi sistem) |
| (91) | Informasi internal tambahan |
| 230312 | Data internal, sering dipakai sebagai tanggal (12 Maret 2023) |
Catatan Kode (90) dan (91)
- AI (90) dan (91):
- tidak dipakai untuk transaksi ritel publik
- tidak menggantikan GTIN, ED, atau batch standar
- Umumnya digunakan pada:
- barcode GS1-128
- sistem gudang
- pelacakan logistik
- produksi dan distribusi internal
- Marketplace dan kasir ritel biasanya mengabaikan AI ini
Contoh Barcode GS1-128
Dalam barcode fisik, tanda kurung tidak ikut tercetak, hanya digunakan untuk penjelasan manusia.
Format data :
90md12345612345691230312
Scanner GS1 akan tetap membaca:
- AI 90 → data internal
- AI 91 → data internal berikutnya
Kode seperti (90)md123456123456(91)230312 merupakan barcode GS1 dengan dua Application Identifier internal. (90) berisi kode internal perusahaan, sedangkan (91) menyimpan data tambahan yang sering dipakai sebagai penanda tanggal produksi, jadi untuk cara cek kode GS1 cukup mudah walau tanpa ke situs webnya langsung.







